Obat Warung

obat Istilah obat warung digunakan oleh warga di daerah ndeso ™ kami terhadap obat-obat yang dibeli tidak di apotik. Dimana ? Di warung, di toko, di kaki lima dan sebagainya, termasuk obat yang dibeli dari para penjaja obat. Meski diberi label Obat Warung, bukan berarti obat-obat tersebut hanya obat bebas (daftar W) semata, tapi hampir semua jenis obat yang ada di apotik tersedia juga di luar apotek. Karenanya dapat dimengerti jika sebagian orang berujar: “ obat apa sih yang gak bisa dibeli di luar apotik ?”. Ungkapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Mungkin dimaksudkan untuk menggambarkan betapa mudahnya mendapatkan obat di luar apotik.

MULAI VITAMIN HINGGA ANTIBIOTIKA

Obat apa sih yang gak bisa dibeli di luar apotik ? Hmmm, benar … Mulai vitamin yang berlabel obat bebas hingga antibiotika yang berlabel daftar G (harus dengan resep dokter), sangat mudah didapat di luar apotik. Tak soal jika hanya vitamin, penurun panas, anti diare dan obat bebas lainnya. Akan jadi masalah nan kompleks manakala menyangkut penggunaan antibiotika yang biasanya cenderung tidak rasional.

Barangkali di setiap kota di negeri ini kita akan mudah menjumpai seseorang membeli antibiotika, misalnya tetrasiklin atau amoksisilin, sebanyak satu atau dua butir. Ketika orang tersebut merasa sembuh dengan obat antibiotika yang dibelinya, niscaya pengalaman pribadinya akan ditularkan kepada orang lain dengan keluhan yang mirip, yakni minum obat tetrasiklin atau amoksisilin 1-2 butir. Demikian seterusnya hingga rantai informasi salah kaprah semacam ini seolah sebuah kebenaran. Mirip dengan anggapan bahwa pegal dan linu identik dengan sakit asam urat. Salah kaprah.

Lantas, apakah fenomena di atas selalu jelek ? Gak selalu!

Ada kabar baiknya, yakni apabila seseorang yang menggunakan antibiotika 1-2 butir tersebut berobat ke dokter atau institusi pelayanan medis manakala merasa tidak ada perbaikan dan menceritakan obat yang dikonsumsinya sebelum ia berobat. Dengan demikian dokter dapat memberikan penjelasan tentang tatacara minum obat yang benar.

Sebaliknya jika seseorang dengan keluhan apapun merasa sembuh setelah minum obat antibiotika 1-2 butir. Bukan tidak mungkin ia akan mengulangnya ketika mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari.

DILEMA KEBUTUHAN OBAT

Ketersediaan obat di luar apotik nampaknya dipengaruhi oleh permintaan pasar, kemudahan didapat, keterjangakuan harga dan faktor niaga (baca: mencari keuntungan semata dari pihak penjual). Di samping itu mungkin dikarenakan kurangnya pengetahuan pembeli (termasuk penjual) tentang seluk beluk obat, menyangkut indikasi (alasan penggunaansecara klinis), dosis obat, lamanya penggunaan dan efek samping yang ditimbulkannya manakala digunakan dalam jangka panjang secara terus menerus. Belum lagi resiko resistensi (kebal) jika obat-obat tertentu digunakan tidak sesuai aturan.

Kondisi ini diperparah dengan mahalnya harga obat di apotik jika harus nebus obat dengan menggunakan resep dokter. Bayangkan, jika seseorang harus membayar ratusan ribu rupiah untuk satu lembar resep, maka makin jauhlah upaya menjadikan dokter minded bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan medis yang berkualitas. Dan makin sulitlah upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagaimana amanat UUD 1945 pasal 28 H ayat (1), yakni:

Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Upaya kuratif (pengobatan) bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap optimalisasi pelayanan kesehatan. Namun tak dapat dipungkiri bahwa upaya kuratif adalah salah satu pondasi dari 4 upaya pokok (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitaif) pelayanan kesehatan.

Karenanya, kita patut bahu-membahu berupaya agar penggunaan obat yang benar dan rasional dapat dipahami oleh segenap lapisan masyarakat melalui pelbagai media secara berkesinambungan.

Silahkan berbagi.

Semoga bermanfaat.

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

Posted in Artikel, Gaya Hidup, Health, Informasi, Kesehatan, Opini Tagged: Antibiotika, Health, Informasi, Kesehatan, Obat