{"id":137257,"date":"2010-01-04T11:03:38","date_gmt":"2010-01-04T16:03:38","guid":{"rendered":"http:\/\/cakmoki86.wordpress.com\/2010\/01\/05\/mengenali-mata-minus-pada-anak\/"},"modified":"2010-01-04T11:03:38","modified_gmt":"2010-01-04T16:03:38","slug":"mengenali-mata-minus-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mereja.media\/index\/137257","title":{"rendered":"Mengenali Mata Minus Pada Anak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:left;\"><strong>KODE ICD-10: <a title=\"H52.1 : Myopia\" href=\"http:\/\/apps.who.int\/classifications\/apps\/icd\/icd10online\/?gh49.htm+h521\" >H52.1<\/a> : <a title=\"Wikipedia: Myopia\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Myopia\" >Myopia<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:left;\"><a title=\"Sumber Gambar : Getty Images\" href=\"http:\/\/www.gettyimages.com\/\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;\" title=\"myopia\" src=\"http:\/\/cakmoki86.files.wordpress.com\/2010\/01\/myopia_1.jpg?w=140&#038;h=110\" border=\"0\" alt=\"myopia\" width=\"140\" height=\"110\" align=\"left\" \/><\/a> Seorang ayah bercerita: \u201c Ketika anak perempuan saya masih kelas I SD, berulang kali kami selaku orang tua dipanggil ke sekolah oleh gurunya. Kami diberi tahu bahwa anak kami sering <span style=\"text-decoration:underline;\">tidak menyelesaikan tugas menulis<\/span> di sekolah sehingga harus pulang lebih akhir dibanding teman-temannya. Selain itu katanya anak kami suka <span style=\"text-decoration:underline;\">menyontek tulisan<\/span> temannya saat diberi tugas menyalin tulisan <span style=\"text-decoration:underline;\">di papan tulis<\/span> \u201c. Si Ayah melanjutkan: \u201c Belakangan kami mengetahui mata anak kami minus 2,5 setelah konsultasi ke dokter.\u201d<\/p>\n<p><span id=\"more-1482\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Sementara itu seorang Ibu berkisah: \u201c Putra saya memiliki hobi menggambar, <a title=\"Kabur\" href=\"http:\/\/www.gettyimages.com\/\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;\" title=\"Kabur nih\" src=\"http:\/\/cakmoki86.files.wordpress.com\/2010\/01\/89446571.jpg?w=110&#038;h=140\" border=\"0\" alt=\"Kabur nih\" width=\"110\" height=\"140\" align=\"left\" \/><\/a> tapi nampak <span style=\"text-decoration:underline;\">tidak senang<\/span> jika diminta <span style=\"text-decoration:underline;\">menulis<\/span> dan <span style=\"text-decoration:underline;\">membaca<\/span>. Dia juga suka banget menonton TV dan main game di layar komputer dalam <span style=\"text-decoration:underline;\">jarak dekat<\/span> sambil sesekali <span style=\"text-decoration:underline;\">memicingkan<\/span> matanya. Kata gurunya, putra saya <span style=\"text-decoration:underline;\">kurang bisa<\/span> menangkap pelajaran yang ditulis <span style=\"text-decoration:underline;\">di papan tulis<\/span>. Nilai raportnya kurang bagus terutama untuk pelajaran matematika. Atas saran dokter, saya memeriksakan mata anak saya. Ternyata minus 4. Setelah menggunakan kacamata, nilai pelajarannya berangsur membaik .\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align:left;\"><a title=\"Menikmati membaca\" href=\"http:\/\/www.gettyimages.com\/\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;\" title=\"Menikmati membaca\" src=\"http:\/\/cakmoki86.files.wordpress.com\/2010\/01\/76314239.jpg?w=140&#038;h=110\" border=\"0\" alt=\"Menikmati membaca\" width=\"140\" height=\"110\" align=\"left\" \/><\/a> Cerita seorang ayah dan ibu atas putra-putri mereka menunjukkan kepada kita bahwa peran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mengenali kemungkinan gangguan penglihatan anak melalui pengamatan di sekolah dan di rumah ketika anak sedang belajar, menggunakan komputer, ataupun bermain yang menggunakan fungsi penglihatan.<\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Mata minus atau myopia merupakan kelainan refraksi dimana sinar sejajar yang masuk mata dibias membentuk bayangan di depan retina mata sehingga obyek terlihat kabur apabila melihat jauh.<\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Myopia ditandai dengan kabur jika melihat jauh, melihat obyek lebih jelas dalam jarak dekat,\u00a0 mata mudah lelah dan kerap mendekatkan mata ke obyek yang dilihatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Bagi anak yang mampu menyampaikan keluhan penglihatan, biasanya orang tua segera memeriksakan anaknya ke dokter.\u00a0 Namun anak yang masih kecil atau tidak mampu menyampaikan keluhan penglihatan, para orang tua dapat memantau fungsi penglihatan anaknya melalui pengamatan sejak dini.<\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Myopia dapat dikenali apabila anak menunjukkan gejala-gejala sebagai berkut:<\/p>\n<ul style=\"text-align:left;\">\n<li>\n<div>Kabur jika melihat jauh.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div>Memicingkan mata bila melihat jauh.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div>Membaca dalam jarak dekat.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div>Mata mudah lelah saat membaca.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div>Kadang mengeluh sakit kepala.<\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align:left;\"><strong>Bagaimana menanggulangi myopia ?<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align:left;\">\n<li>\n<div>Menggunakan kacamata, yakni dengan koreksi lensa negatif terlemah yang menghasilkan penglihatan terbaik.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div>Lensa kontak. Penggunaan lensa kontak terutama pada myopia tinggi dan anisometria.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div>Bedah retraktif, meliputi: (a) Bedah refraktif kornea, yakni dengan mengubah lengkungan permukaan kornea menggunakan laser atau operasi lasik. (b) Bedah refraktif lensa, yakni tindakan ekstraksi lensa jernih yang diikuti dengan implantasi lensa di dalam mata (intraokuler). Tindakan bedah biasanya dilakukan jika dengan koreksi kacamata ataupun penggunaan lensa kontak tidak memberikan hasil yang memuaskan. Hanya saja, para orang tua hendaknya menanyakan efek samping yang mungkin timbul pasca operasi.<\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align:left;\"><strong>FAQ SEPUTAR MATA MINUS PADA ANAK<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Apakah vitamin A dan wortel dapat mengurangi mata minus ? <span style=\"text-decoration:underline;\">Jawab<\/span>: Tidak. Mata minus bukan karena kekurangan vitamin A tapi karena kelainan refraksi sebagimana penjelasan pada pengertian myopia.<\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Apakah mata minus pada anak harus sering kontrol ? <span style=\"text-decoration:underline;\">Jawab<\/span> : Ya. Mata minus pada anak sebaiknya kontrol 6 bulan hingga setahun sekali terutama pada awal penggunaan kacamata karena mata minus pada anak biasanya cenderung bertambah sampai usia sekitar 20 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align:left;\">Edisi cetak, file PDF 499 KB, silahkan download <strong><a title=\"Myopia Pada Anak\" href=\"http:\/\/www.box.net\/shared\/fp7x03c6el\" >di sini<\/a> <\/strong>atau<strong> <a title=\"Docstoc : Myopia Pada Anak\" href=\"http:\/\/www.docstoc.com\/docs\/21174293\/Myopia\" >di sini<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align:left;\">\n<li>\n<div>PDT Ilmu Penyakit Mata RSU Dr. Soetomo, Surabaya, edisi III, 2006.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align:left;\">Ilmu Kesehatan Anak, Jilid II, ceakan XI, FKUI, 2005.<\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align:left;\">Berapa biaya operasi Lasik ? Silahkan lihat <a title=\"Biaya Operasi Lasik di Jakarta\" href=\"http:\/\/icarelasik.co.id\/daftar-biaya-tindakan-lasik\" >di sini<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align:center;\">:: :: :: posting menggunakan <a title=\"Windows Live Writer\" href=\"http:\/\/get.live.com\/writer\/overview\" >WLW<\/a> :: :: ::<\/p>\n<p>Posted in Artikel, Gaya Hidup, Health, Informasi, Kesehatan Tagged: Kacamata, Lensa Kontak, Mata Minus, Myopia, Penyakit Mata, Refraksi <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/gocomments\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" border=\"0\" src=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/comments\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\" \/><\/a> <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/godelicious\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" border=\"0\" src=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/delicious\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\" \/><\/a> <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/gostumble\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" border=\"0\" src=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/stumble\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\" \/><\/a> <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/godigg\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" border=\"0\" src=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/digg\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\" \/><\/a> <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/goreddit\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" border=\"0\" src=\"http:\/\/feeds.wordpress.com\/1.0\/reddit\/cakmoki86.wordpress.com\/1482\/\" \/><\/a> <img decoding=\"async\" alt=\"\" border=\"0\" src=\"http:\/\/stats.wordpress.com\/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&#038;blog=570093&#038;post=1482&#038;subd=cakmoki86&#038;ref=&#038;feed=1\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KODE ICD-10: H52.1 : Myopia Seorang ayah bercerita: \u201c Ketika anak perempuan saya masih kelas I SD, berulang kali kami selaku orang tua dipanggil ke sekolah oleh gurunya. Kami diberi tahu bahwa anak kami sering tidak menyelesaikan tugas menulis di sekolah sehingga harus pulang lebih akhir dibanding teman-temannya. Selain itu katanya anak kami suka menyontek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-137257","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137257"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137257\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mereja.media\/index\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}